{"id":1061,"date":"2026-08-07T10:59:35","date_gmt":"2026-08-07T10:59:35","guid":{"rendered":"https:\/\/demandailingcafe.id\/article\/?p=1061"},"modified":"2026-08-07T10:59:35","modified_gmt":"2026-08-07T10:59:35","slug":"10-resep-kue-tradisional-yang-wajib-dicoba-untuk-menambah-koleksi-panganan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/demandailingcafe.id\/article\/10-resep-kue-tradisional-yang-wajib-dicoba-untuk-menambah-koleksi-panganan\/","title":{"rendered":"10 Resep Kue Tradisional yang Wajib Dicoba untuk Menambah Koleksi Panganan"},"content":{"rendered":"<h2>10 Resep Kue Tradisional yang Wajib Dicoba untuk Menambah Koleksi Panganan<\/h2>\n<p>Indonesia, dengan kekayaan budaya dan tradisinya, juga memiliki beragam kekayaan kuliner yang tak kalah menarik. Dari Sabang sampai Merauke, terdapat ribuan jenis kue tradisional yang memanjakan lidah. Artikel ini akan membahas 10 resep kue tradisional yang wajib dicoba. Kue-kue ini tidak hanya lekat di hati masyarakat lokal, tetapi juga menjadi daya tarik bagi wisatawan asing.<\/p>\n<h3>1. Klepon<\/h3>\n<h4>Sejarah dan Asal Usul<\/h4>\n<p>Klepon berasal dari pulau Jawa dan telah menjadi salah satu ikon kue basah di Indonesia. Warna hijau dari daun pandan dan kelapa parut sebagai taburan membuatnya begitu khas.<\/p>\n<h4>Bahan<\/h4>\n<ul>\n<li>250 gram tepung ketan<\/li>\n<li>Air daun pandan secukupnya<\/li>\n<li>Gula merah secukupnya (diiris halus)<\/li>\n<li>Kelapa parut<\/li>\n<\/ul>\n<h4>Cara Membuat<\/h4>\n<ol>\n<li>Campur tepung ketan dengan air daun pandan hingga adonan bisa dipulung.<\/li>\n<li>Bentuk bulat adonan dan isi dengan gula merah.<\/li>\n<li>Rebus bola ketan hingga mengapung, kemudian gulingkan dalam kelapa parut.<\/li>\n<\/ol>\n<h3>2. Getuk Lindri<\/h3>\n<h4>Sejarah dan Asal Usul<\/h4>\n<p>Getuk Lindri, berasal dari wilayah Jawa Tengah, dikenal dengan teksturnya yang lembut dan warna-warni yang menarik.<\/p>\n<h4>Bahan<\/h4>\n<ul>\n<li>500 gram singkong kupas<\/li>\n<li>150 gram gula pasir<\/li>\n<li>100 ml air<\/li>\n<li>Pewarna makanan secukupnya (opsional)<\/li>\n<\/ul>\n<h4>Cara Membuat<\/h4>\n<ol>\n<li>Kukus singkong hingga empuk, lalu haluskan.<\/li>\n<li>Campur dengan gula dan air hingga rata.<\/li>\n<li>Bentuk menggunakan alat penggiling getuk khas.<\/li>\n<\/ol>\n<h3>3. Biarkan Ambon<\/h3>\n<h4>Sejarah dan Asal Usul<\/h4>\n<p>Meski mengandung nama &#8220;Ambon&#8221;, kue ini sebenarnya berasal dari Medan. Bika Ambon terkenal dengan teksturnya yang berlapis dan beraroma harum.<\/p>\n<h4>Bahan<\/h4>\n<ul>\n<li>200 gram tepung terigu<\/li>\n<li>600 ml santan<\/li>\n<li>10 gram ragi<\/li>\n<li>250 gram gula pasir<\/li>\n<\/ul>\n<h4>Cara Membuat<\/h4>\n<ol>\n<li>Campurkan semua bahan hingga menjadi adonan.<\/li>\n<li>Diamkan selama 3 jam.<\/li>\n<li>Panggang dalam oven hingga matang.<\/li>\n<\/ol>\n<h3>4. Serabi<\/h3>\n<h4>Sejarah dan Asal Usul<\/h4>\n<p>Serabi merupakan jajanan pasar yang umumnya ditemukan di Jawa Barat. Unik dengan rasanya yang bisa manis atau asin.<\/p>\n<h4>Bahan<\/h4>\n<ul>\n<li>250 gram tepung beras<\/li>\n<li>400 ml santan<\/li>\n<li>Gula merah cair untuk topping<\/li>\n<\/ul>\n<h4>Cara Membuat<\/h4>\n<ol>\n<li>Campur tepung beras dengan santan hingga bertekstur kental.<\/li>\n<li>Tuangkan di atas cetakan, tambahkan gula merah cair sebelum matang.<\/li>\n<\/ol>\n<h3>5. Kue Cubit<\/h3>\n<h4>Sejarah dan Asal Usul<\/h4>\n<p>Kue Cubit yang berasal dari Jakarta ini kian populer sebagai camilan yang menggemaskan, dengan toping beragam dari keju hingga cokelat.<\/p>\n<h4>Bahan<\/h4>\n<ul>\n<li>100 gram tepung terigu<\/li>\n<li>2 butir telur<\/li>\n<li>100 ml susu cair<\/li>\n<\/ul>\n<h4>Cara Membuat<\/h4>\n<ol>\n<li>Campur semua bahan hingga rata.<\/li>\n<li>Tuang ke dalam cetakan khusus dan masak hingga matang, tambahkan topping sesuai selera.<\/li>\n<\/ol>\n<h3>6. Ongol-Ongol<\/h3>\n<h4>Sejarah dan Asal Usul<\/h4>\n<p>Ongol-ongol adalah kue tradisional yang biasa ditemukan di Jawa Barat. Dikenal karena teksturnya yang kenyal dan rasa manis gula merah.<\/p>\n<h4>Bahan<\/h4>\n<ul>\n<li>200 gram tepung sagu<\/li>\n<li>150 gram gula merah<\/li>\n<li>500 ml air<\/li>\n<\/ul>\n<h4>Cara Membuat<\/h4>\n<ol>\n<li>Larutkan gula merah dan air.<\/li>\n<li>Campur dengan tepung sagu, masak hingga kental.<\/li>\n<li>Dinginkan dan potong-potong sebelum disajikan.<\/li>\n<\/ol>\n<h3>7. Dodol Garut<\/h3>\n<h4>Sejarah dan Asal Usul<\/h4>\n<p>Dodol terkenal di seluruh nusantara, namun Dodol Garut dari Jawa Barat memiliki cita rasa yang khas dengan aneka ragam rasa.<\/p>\n<h4>Bahan<\/h4>\n<ul>\n<li>500 gram gula merah<\/li>\n<li>1 liter santan<\/li>\n<li>Tepung ketan secukupnya<\/li>\n<\/ul>\n<h4>Cara Membuat<\/h4>\n<ol>\n<li>Campur semua bahan secara merata.<\/li>\n<li>Masak dengan api kecil sambil terus diaduk hingga mengental.<\/li>\n<li>Dinginkan dan potong sesuai selera.<\/li>\n<\/ol>\n<h3>8. Wingko Babat<\/h3>\n<h4>Sejarah dan Asal Usul<\/h4>\n<p>Wingko Babat berasal dari daerah Babat, Jawa Timur. Kue ini terkenal dengan rasa gurih dari kelapanya.<\/p>\n<h4>Bahan<\/h4>\n<ul>\n<li>250 gram tepung ketan<\/li>\n<li>250 gram kelapa parut<\/li>\n<li>200 gram gula pasir<\/li>\n<\/ul>\n<h4>Cara Membuat<\/h4>\n<ol>\n<li>Campurkan semua bahan hingga<\/li>\n<\/ol>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>10 Resep Kue Tradisional yang Wajib Dicoba untuk Menambah Koleksi Panganan Indonesia, dengan kekayaan budaya&hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"closed","ping_status":"","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[4],"tags":[550],"class_list":["post-1061","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-artikel","tag-resep-kue"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/demandailingcafe.id\/article\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1061","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/demandailingcafe.id\/article\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/demandailingcafe.id\/article\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/demandailingcafe.id\/article\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/demandailingcafe.id\/article\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1061"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/demandailingcafe.id\/article\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1061\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":1063,"href":"https:\/\/demandailingcafe.id\/article\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1061\/revisions\/1063"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/demandailingcafe.id\/article\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1061"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/demandailingcafe.id\/article\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1061"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/demandailingcafe.id\/article\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1061"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}